Tetamu Kehormat...

February 16, 2011

Isu Iran Dan Syiah : Apabila Saya Dituduh Jujur!

Izinkan saya berterus-terang, sama ada tuan-tuan suka atau pun tidak - maka ini tetap merupakan pandangan peribadi saya. Ramai juga pembaca yang meminta saya agar mengupas sedikit isu berhubung pergolakan politik yang sedang melanda Mesir dan Tunisia baru-baru ini - Jawapan awal saya adalah mudah, saya sebenarnya malas untuk memberi apa-apa komen tentang politik di negara-negara Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Mesir, Iraq, Iran dan Arab Saudi. Pada hemat saya, hampir 90% negara-negara di Timur Tengah merupakan balaci atau khadam kepada Amerika dan Yahudi sahaja. Sejak tercetusnya perang Iraq-Iran, semua orang tahu, pada waktu itu Iran merupakan balaci kepada Amerika.

Kemudian, tatkala Iraq menceroboh Kuwait, semua orang tahu, pada saat tersebut Iraq merupakan balaci setia kepada Amerika. Dan sewaktu Amerika menyerang Iraq - Arab Saudi pula yang menjadi khadam kepada Amerika. Realitinya, setelah runtuhnya Daulah Uthmaniah, tiada sebuah pun negara-negara di Timur Tengah yang bebas daripada cengkaman Amerika Syarikat dan Yahudi - termasuk Iran!

Pada hari ini ramai orang terpedaya dengan slogan dan omong kosong Presiden Iran Ahmeddinejad, kononnya Iran "teramat benci terhadap Amerika dan Yahudi" - malangnya, sehingga hari ini - tidak ada sebutir peluru berpandu pun dilancarkan kepada Israel. Jika benar selama ini Iran bersungguh-sungguh mahu melenyapkan negara Israel dan membantu membebaskan rakyat Palestin daripada rejim Ziones - mereka boleh berbuat sedemikian sejak dari dahulu lagi, sewaktu Ayatullah Khomeni masih hidup dan berkuasa.

Malangnya - Iran lebih gemar bersikap takiyyah dan terus membiarkan Israel hidup subur di bumi Palestin, kerana Iran sememangnya mempunyai agenda tersendiri di Timur Tengah! Israel sebenarnya bisa sahaja dihancur dengan lumat dalam tempoh beberapa hari sahaja, sekiranya Iran menggunakan seluruh kekuatan yang dimilikinya - tetapi Iran tetap enggan berbuat sedemikian kerana mazhab mereka, sama sekali tidak mengizinkan para penganut Islam Sunni dibantu dan dibela.

Hipokrit Iran dalam berhadapan dengan Amerika dan Yahudi semakin terbuka. Sejak akhir-akhir ini semakin banyak pihak yang mendedahkan sikap "talam dua muka" Iran dalam menangani hubungannya dengan Amerika dan Israel. Di hadapan kita semua - Iran dilihat seolah-olah sebagai hero dunia Islam, kerana sanggup menjadi seteru Amerika dan Israel, tetapi dibelakang kita semua - Iran, Amerika dan Israel adalah rakan yang baik! Tulisan seorang pengkaji hubungan Iran-Israel warga Indonesia di bawah ini agak menarik untuk kita renungi bersama :

ANTARA METODE YANG ditempuh oleh para penggiat agama Syiah ialah memanfaatkan sandiwara yang berjudul: Iran "bermusuhan" dengan Negara Yahudi dan Amerika. Isu ini sangat efektif untuk menarik simpati umat Islam di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Sampai-sampai terkesan bahwa negara Iran yang merupakan negara penganut agama Syiah adalah satu-satunya negara pembela kepentingan umat Islam pada zaman sekarang.Karenanya tatkala Indonesia yang menjadi anggota Dewan Keamanan PBB turut menyetujui resolusi no.1747 yang hanya berisikan kecaman terhadap rakyat Iran atas kegiatannya pengayaan uranium, betapa solidaritas umat Islam di Indonesia begitu besar untuk menuntut Presiden SBY –semoga Allah Jalla wa Ala memberikan kebaikan kepadanya, sampai-sampai DPR mengajukan hak interpelasi. Dengan adanya kejadian ini, menjadikan masyarakat kurang peka terhadap berbagai trik para penggiat agama Syiah bahkan menjadi lebih terbuka untuk menerima berbagai keanehan ajaran mereka.

Saudaraku…

Agar anda tahu apa sebenarnya isu "permusuhan" dengan bangsa Yahudi, saya mengajak saudara untuk merenungkan beberapa fakta berikut:

1. Iran adalah negara yang memiliki komunitas Yahudi terbesar setelah Israel. Menurut sumber resmi pemerintah Iran, jumlah pemeluk agama Yahudi di Iran berkisar antara 25-30 ribu penduduk. Bahkan di kota Teheran ada lebih dari 10 Sinagogue (tempat ibadah umat Yahudi). Akan tetapi, masjid-masjid Ahlu Sunnah tidak satupun yang mereka biarkan berdiri tegak disana. Bukan sekedar itu saja, orang-orang Yahudi diberi ruang yang begitu istimewa, yaitu dengan diberikan kesempatan untuk memiliki perwakilan di parlemen. Sebagaimana umat Yahudi di Iran memiliki hak dan kebebasan yang sama dengan para penganut agama Syiah. Suatu hal yang tidak mungkin dirasakan oleh komunitas Ahlu Sunnah. Bahkan komunitas Yahudi Iran hingga saat ini bebas untuk berkunjung ke karib-kerabat mereka di Israel, tanpa ada gangguan sedikitpun baik dari pemerintah Iran atau penduduk setempat.

2. Adanya hubungan perdagangan antara Iran dan Yahudi. Sejak zaman Syiah Pahlevi, Iran telah menjalin hubungan perdagangan dengan Zionis Yahudi. Dan hubungan dagang ini berkelanjutan hingga setelah revolusi Syiah yang dipimpin oleh Khumaini. Pada tahun 1982 M, Yahudi menjual persenjataan yang berhasil mereka rampas dari para pejuang Palestina di Lebanon dengan harga 100 juta dolar Amerika. Bahkan pada tahun 1980-1985, Zionis Yahudi merupakan Negara pemasok senjata terbesar ke Iran. Sandiwara "permusuhan" Iran dan Yahudi mulai terbongkar, ketika pesawat kargo Argentina yang membawa persenjataan dari Yahudi ke Iran tersesat, sehingga masuk ke wilayah Uni Soviet, dan akhirnya di tembak jatuh oleh pasukan pertahanan Uni Soviet. Dikisahkan, Iran membeli persenjataan dari Yahudi seharga 150 juta dolar Amerika, sehingga untuk mengirimkan seluruh senjata tersebut, dibutuhkan 12 kali penerbangan.

3. Perdagangan antara kedua Negara (Iran & Yahudi) hingga kini juga terus berkelanjutan. Sebagai salah satu buktinya, harian Palpress News Agency Edisi 25/04/2009 melaporkan bahwa di kota Teheran, telah dipasarkan buah-buahan yang diimpor dari Yahudi.

4. Bila anda mengikuti berita international, Anda pasti pernah membaca pemberitaan bahwa pada hari selasa 12/1/2010 ahli nuklir Iran yang bernama Masoud Ali-Mohammadi yang berdomisili di kota Teheran ibukota Iran, terbunuh di dekat rumahnya akibat serangan bom. Kementrian luar negeri Iran langsung menuduh kaki tangan AS dan Yahudi di balik serangan bom itu. Aneh bukan? Iran telah memiliki bukti bahwa Yahudi dan Amerika telah mengadakan serangan di Teheran dan telah menewaskan ahli nuklirnya. Walau demikian, tidak ada reaksi pemerintah Iran dan para penganut Syiah tetap diam membisu dan tidak satu pun tentara Iran yang dikirim untuk membalas serangan tersebut.

5. Tidak banyak orang yang tahu bahwa penduduk Yahudi kedua terbesar setelah Israel tidaklah tinggal di Amerika atau Eropa melainkan justru tinggal di Iran! Bukankah Iran berseteru berat dengan Israel dan bahkan Ahmadinejad mempertanyakan kebenaran jumlah korban Holocaust Ya. Saat ini ada sekitar 25.000 penduduk Yahudi di Iran dan mereka bahkan punya perwakilan di parlemen Iran! Meski pemerintah Iran berseteru dengan Israel tapi mereka menetapkan diri untuk tinggal di Iran dan tidak bersedia untuk dibujuk pindah ke Israel. Bahkan ketika pemerintah Israel merencanakan untuk membayar keluarga Yahudi Iran yang mau pindah ke Israel sebesar $60,000, Masyarakat Yahudi Iran mengecamnya dengan pernyataan :

6. " Identitas Yahudi Iran tidak bisa dibeli dengan uang. Masyarakat Yahudi Iran adalah termasuk penduduk Iran tertua. Yahudi Iran mencintai identitas dan budaya Iran mereka. Jadi ancaman dan rayuan politis kekanakan semacam ini tidak akan berhasil."

7. Lantas bagaimana kehidupan mereka jika Iran dan Israel berseteru? Apakah hak hidup dan hak minoritas mereka diakui? Meski Iran dianggap sebagai negara yang tidak toleran di mata Barat, utamanya dalam perseteruannya dengan Israel, pemerintahnya justru memberikan tempat dan perlindungan bagi warga Yahudi Iran. Bapak Revolusi Iran, Imam Khomeini, melindungi agama dan penduduk Yahudi dan, seperti Kristen Armenia, mereka dianggap sebagai Ahli Kitab dan mendapatkan kebebasan menjalankan agama mereka berdasarkan Konstitusi Islam Iran Th. 1979. Imam Khomeini membedakan antara masyarakat Yahudi dengan Zionisme dan menganggap penduduk Yahudi tersebut sebagai warganegara Iran belaka dan melindungi hak-hak mereka.

8. Berdasarkan Konstitusi tersebut masyarakat Yahudi Iran dapat memilih perwakilannya di parlimen Iran dan menikmati hak-hak administrasi mandiri tertentu. Penguburan dan hukum perceraian Yahudi diterima oleh pengadilan Islam Iran. Bahkan penduduk Yahudi Iran juga kena wajib militer.

9. Ahmadinejad beberapa kali menyampaikan slogan "Hapuskan Israel dari Peta" dan mempertanyakan jumlah korban Holocaust selama Perang Dunia II yang dianggapnya berlebihan. Mr Mohtamed, perwakilan warga Yahudi di parlemen, menentang sikap presidennya – yang menunjukkan bahwa warga yahudi bisa dengan bebas menyampaikan pendapatnya di Iran. Ia juga mengutuk keras pameran kartun tentang Holocaust oleh koran Iran yang dimiliki oleh pemerintah daerah.

10. Meskipun menentang pemerintah Israel, pemerintahan Ahmadinejad baru-baru ini menyumbangkan sejumlah dana ke Rumah Sakit Yahudi Teheran, satu diantara hanya empat RS Yahudi di seluruh dunia yang dananya disumbang dari masyarakat yahudi yang tersebar – sesuatu yang agak aneh mengingat bahwa bahkan organisasi bantuan lokal pun kesulitan menerima bantuan dana dari luar Iran karena takut dianggap sebagai antek asing.
Ciamak Morsathegh, direktur RS ini berkata, :"Anti Semitism bukanlah fenomena Timur, bukan juga fenomena Islam atau Iran. Anti Semitism adalah fenomena Eropa," Ia menambahkan bahwa orang Yahudi di Iran, bahkan dalam kondisi yang paling buruk pun, tidak pernah mengalami penderitaan seperti orang-orang Yahudi di Eropa.

11. "Dengarkan saya, komunitas Yahudi disini tidak menghadapi kesulitan. Posisi kami tidak seburuk yang diperkirakan orang di luar Iran. Kami menjalankan agama kami dengan bebas, kami merayakan perayaan keagamaan kami, dan kami juga punya sekolah dan Taman Kanak-kanak sendiri." kata Farangis Hassidim pekerja Yahudi di RS tersebut. Bagaimana dengan komunikasi dengan sanak famili yang ada di Israel? Sambil memotong daging, Hersel Gabriel si penjagal bercerita bahwa ia mengira akan mendapat masalah ketika kembali dari Israel, nyatanya petugas imigrasi tidak berkata apa pun tentang hal tersebut.

12. "Apa pun yang dikatakan di luar itu bohong semua –kami hidup nyaman di Iran – kalau kita tidak berpolitik dan tidak mengganggu mereka maka mereka juga tidak mengganggu mereka." katanya Pelanggannya, Giti, ibu rumah tangga berusia paruh baya , sepakat dan berkata bahwa ia dengan mudah berbicara pada dua orang anaknya di Tel Aviv di telpon ataupun mengunjungi mereka.

13. "Tidak ada masalah pergi ataupun kembali; saya pergi ke Israel sekali lewat Turki dan sekali lewat Cyprus dan tidak ada masalah sama sekali. "Yang lucu adalah bahwa sebelum revolusi islam di Iran, mungkin hanya ada 20 orang tua yang beribadah di sinagog," bisik Nahit Eliyason, 48, sambil melewati empat wanita lain untuk mencari tempat duduk yang kosong di Sinagog. "Sekarang tempat ini penuh. Sulit untuk mencari tempat kosong."

14. Paris Yashaya, produser film yang mengetuai komunitas Yahudi Teheran menambahkan, : "Kami lebih kecil dalam jumlah, tapi lebih kuat dalam segi lain." Sebagai masyarakat non-muslim, orang-orang Yahudi diperbolehkan menyimpan minuman keras di rumahnya dan berdansa. "Kadang-kadang saya pikir mereka lebih toleran terhadap orang Yahudi ketimbang pada diri mereka sendiri….. Kalau kami berkumpul di rumah, dan keluarga sedang merayakan upacara dengan anggur dan musik yang terlalu keras, dan jika mereka tahu bahwa kami Yahudi maka mereka tidak akan menegur kami, " kata Eliyason, "Dimana-mana di dunia ada orang yang tidak suka pada orang-orang Yahudi. Di Inggris mereka menggambar swastika (lambang Nazi) di kuburan Yahudi. Saya tidak beranggapan bahwa Iran lebih berbahaya bagi orang Yahudi ketimbang di negara lain.

Akhir kata, nasihat saya hanya satu - kepada mana-mana individu yang begitu taasub dengan Iran dan Ahmaddinejad, saya mohon agar tuan-tuan kembali ke pangkal jalan. Tiada gunanya menyokong sesuatu yang terang-terang merosakkan umat Islam itu sendiri. Apatah lagi ajaran Syiah yang diamalkan di negara tersebut sangat jauh daripada kehendak Islam yang sebenar! Wallahualam.

5 comments:

Anonymous said...

Tuan,
Siapakah penulis warga indonesia pengkaji hubungan Iran-Israel ini?
Terima Kasih

YB Raz said...

takde taksub pun pada iran..sebab iran adalah syiah

Pakteh said...

Sepatutnya dah lama umat Islam sedar...

Ini antara sedikit penjelasan berkaitan siapa sebenarnya IRAN

Kemunculan 70 ribu Pengikut Dajjal Dari Bumi Iran

Anonymous said...

Itu pandangan beliau..
mung kin ada kebenarannya dan mungkin ada kesilapannya...
apapun kena selidik dahulu sesuatu berita yang kita dengar .. boleh jadi ianya satu berita yang sangat fasik...?
antara ASWJ dan SYIAH tidaklah besar perbezaannya.kita hidup dibumi Allah ini semata mata untuk mengesakan Allah , bukan untuk memperdebatkan perkara yang tak pasti siapa yang betul siapa yang salah ,kecuali perkara akidah.apa yang penting kita fokus untuk mengesakan Allah ..
kerana boleh jadi kiamat itu sudah hampir?

www.youtube.com/user/ssafleyadmad said...

dulu semasa akan terjadi kejatuhan iraq dakyah spt ini telah berjaya dimomokkan; akibatnya umat islam berbelah bahagi dlm penentngan terhadap penceroboh.

Ingatlah-skarangnya cuma ada IRAN saje yg nampak tegak; yg lain samaada pondan/puppet yahudi!